Kacang flensa
Di bengkel mesin dan lokasi konstruksi pipa, apakah keluhan ini familier? Mur biasa cenderung "rusak" karena getaran atau beban berat, tidak hanya menunda proyek tetapi juga menimbulkan bahaya keselamatan. Namun teknisi berpengalaman tahu bahwa menggantinya dengan mur yang memiliki cakram sering kali dapat menyelesaikan masalah—yaitu mur flensa. Hari ini, kami akan menjelaskan "senjata ajaib anti-longgar" ini secara mendetail.
Apa itu mur flensa?
Mur pegas, juga dikenal sebagai mur bermuatan washer atau mur bergerigi, berbeda dengan mur heksagonal biasa dalam tampilannya—mur ini memiliki "flensa" besar di salah satu ujungnya, seperti "sepatu datar" untuk mur, dengan beberapa flensa menampilkan gerigi halus atau garis bergelombang. Jangan meremehkan desain ini; itu kunci stabilitasnya.
Dibandingkan dengan mur biasa, mur ini menghilangkan dua langkah: tidak diperlukan mesin cuci tambahan, memungkinkan pemasangan satu langkah; dan tidak perlu berulang kali memeriksa mesin cuci yang tidak sejajar, sehingga sangat meningkatkan efisiensi perakitan. Khususnya pada operasi di ketinggian atau ruang terbatas, desain "terintegrasi" ini menghemat banyak tenaga pekerja.
Inti dari mur flensa
Akar penyebab kendornya mur biasa terletak pada tekanan yang terkonsentrasi dan gesekan yang tidak mencukupi. Mur flensa mengatasi masalah ini melalui tiga fitur desain, yang akan kita bahas satu per satu:
Dispersi Tekanan: Mengubah "Gaya Titik-Jarum" menjadi "Gaya Planar"
Flensa lebar mendistribusikan gaya pengencangan mur secara merata ke seluruh permukaan bagian yang disambung, dengan area kontak 3-5 kali lebih besar dari mur biasa. Hal ini mencegah lekukan pada permukaan benda kerja dan menghindari pengupasan benang yang disebabkan oleh tekanan lokal yang berlebihan, sehingga mengurangi risiko kendor pada sumbernya.
Kunci Pengikat Mekanis: Gigi Bergerigi sebagai "Cakar Anti Selip"
Saat mengencangkan mur flensa bergigi, gigi bergerigi tersebut menempel seperti cakar pada permukaan bagian yang disambung, membentuk kunci mekanis. "Penguncian fisik" ini lebih dapat diandalkan daripada hanya mengandalkan gesekan benang untuk mencegah kendor; bahkan dengan getaran frekuensi tinggi pada peralatan, mur tidak akan "berputar dan terlepas". •
Fungsi Tambahan Penyegelan: Memblokir Kotoran untuk Meningkatkan Daya Tahan
Flensa terpasang erat pada permukaan benda kerja, memberikan tingkat penyegelan tertentu untuk mencegah debu, minyak, dan noda air memasuki celah berulir, mengurangi korosi dan karat, dan memperpanjang masa pakai sambungan.
Panduan Penghindaran Kacang Flange
Mur flensa tidak cocok untuk semua situasi; memilih tipe yang salah bisa membuang-buang uang. Ingatlah poin-poin pemilihan utama ini.
Skenario beban ringan dan bebas getaran
Untuk aplikasi seperti memperbaiki lemari pakaian rumah atau merakit rak ringan, mur biasa sudah cukup. Keuntungan anti-longgarnya mur flensa tidak diperlukan dan hanya akan meningkatkan biaya.
Untuk ukuran ekstra besar, konfirmasi ketersediaan sebelum memesan
Mur flensa yang lebih kecil dari M20 adalah hal yang umum, tetapi mur flensa yang lebih besar dari M20 sebagian besar memiliki desain datar dan ompong, dan produsen umumnya tidak menyimpannya dalam stok. Mereka harus dibuat khusus terlebih dahulu untuk menghindari penundaan yang disebabkan oleh pesanan di menit-menit terakhir.
Dalam lingkungan bersuhu tinggi/korosi tinggi, material adalah kuncinya
Mur flensa baja A3 biasa tidak tahan terhadap suhu tinggi dan korosi. Jika digunakan dalam pipa kimia atau peralatan boiler, bahan paduan 35CrMoA harus dipilih, dan permukaannya sebaiknya digalvanis panas untuk ketahanan korosi yang lebih kuat.
Tindakan Pencegahan Penggunaan
Kunci dalam menggunakan mur flensa adalah "memilih jenis pemasangan yang tepat dan menyesuaikan dengan kondisi kerja" untuk menghindari kendor atau kegagalan karena pemilihan atau pengoperasian yang tidak tepat.
I. Seleksi dan Pencocokan: Memilih model yang tepat adalah hal mendasar (memilih jenis sesuai dengan kondisi kerja, kesesuaian material dengan lingkungan, dan kesesuaian spesifikasi yang tepat).
II. Pemasangan dan Pengoperasian: Detail menentukan stabilitas (bersihkan permukaan perkawinan, kendalikan torsi pengencangan, dan hindari penggunaan shim tambahan).
AKU AKU AKU. Adaptasi Kondisi Kerja: Hindari kesalahan penggunaan (jangan menyalahgunakan skenario, berikan perlindungan untuk lingkungan khusus, dan larang pencampuran bahan).
IV. Perawatan dan Inspeksi: Memperpanjang masa pakai (inspeksi rutin, penggantian suku cadang yang rusak tepat waktu, dan menghindari penggunaan berulang).
